Beberapa orang kadang memiliki kebiasaan menggantung baju atau celana yang sudah dipakai. Sebaiknya jangan lakukan kebiasaan ini karena bisa jadi tempat bersembunyi nyamuk demam berdarah.
"Nyamuk demam berdarah istirahat dibaju-baju yang digantung karena mereka senang dengan bau keringat manusia, nyamuk senang sekali atau pada handuk basah yang digantung dikamar," ujar Dr Rita Kusriastuti, MSc Direktur Pengendalian Penyakit bersumber Binatang (P2B2) Ditjen P2PL Kemenkes RI dalam acara peringatan pelaksanaan ASEAN Dengue Day ke-2 di Amilun Convention Hall, Medan, Jumat (15/6/2012).
Nyamuk demam berdarah ini akan mencari makan pada pagi sekitar pukul 8-11 pagi lalu ia istirahat dulu seperti di baju yang digantung lalu mulai mencari makan lagi pada sore hari sekitar pukul 3-6 sore.
"Saat sore hari orang lagi duduk-duduk baca koran, kalau salah satu nyamuknya bawa virus dan menggigit maka jadilah demam berdarah," ujar Dr Rita.
Nyamuk penyebab demam berdarah atau aedes aegypti ini memiliki warna dasar hitam dengan bintik-bintik putih pada bagian badan, kaki dan sayap dengan ukuran lebih kecil dibanding ukuran rata-rata nyamuk. Setiap kali menghisap darah ia akan mengeluarkan air liur yang berfungsi mencegah pembekuan, pada betina juga untuk pematangan sel telur.
Sampai saat ini pencegahan demam berdarah yang efektif adalah dengan mengubah perilaku bersih. Sedangkan penggunaan tanaman seperti lavender hanya mampu mengusir nyamuk tapi tidak membuatnya mati.
"Kalau pakai lavender harus dijejer seperti pagar, bisa juga dengan pohon sereh, pokoknya tanaman yang baunya keras karena nyamuk tidak suka sehingga bisa mengusir nyamuk dari rumah tapi tidak mematikan," ujar Dr Rita.
Dr Rita menuturkan perlu adanya pemantauan jentik secara teratur, hal ini karena jentik cepat sekali berkembang biak terutama selesai hujan, kalau terlambat dipantau bisa menyebabkan demam berdarah, karena itu harus dipantau secara rutin.
Tetap Semangat dan Selalu Tersenyum
"Nyamuk demam berdarah istirahat dibaju-baju yang digantung karena mereka senang dengan bau keringat manusia, nyamuk senang sekali atau pada handuk basah yang digantung dikamar," ujar Dr Rita Kusriastuti, MSc Direktur Pengendalian Penyakit bersumber Binatang (P2B2) Ditjen P2PL Kemenkes RI dalam acara peringatan pelaksanaan ASEAN Dengue Day ke-2 di Amilun Convention Hall, Medan, Jumat (15/6/2012).
Nyamuk demam berdarah ini akan mencari makan pada pagi sekitar pukul 8-11 pagi lalu ia istirahat dulu seperti di baju yang digantung lalu mulai mencari makan lagi pada sore hari sekitar pukul 3-6 sore.
"Saat sore hari orang lagi duduk-duduk baca koran, kalau salah satu nyamuknya bawa virus dan menggigit maka jadilah demam berdarah," ujar Dr Rita.
Nyamuk penyebab demam berdarah atau aedes aegypti ini memiliki warna dasar hitam dengan bintik-bintik putih pada bagian badan, kaki dan sayap dengan ukuran lebih kecil dibanding ukuran rata-rata nyamuk. Setiap kali menghisap darah ia akan mengeluarkan air liur yang berfungsi mencegah pembekuan, pada betina juga untuk pematangan sel telur.
Sampai saat ini pencegahan demam berdarah yang efektif adalah dengan mengubah perilaku bersih. Sedangkan penggunaan tanaman seperti lavender hanya mampu mengusir nyamuk tapi tidak membuatnya mati.
"Kalau pakai lavender harus dijejer seperti pagar, bisa juga dengan pohon sereh, pokoknya tanaman yang baunya keras karena nyamuk tidak suka sehingga bisa mengusir nyamuk dari rumah tapi tidak mematikan," ujar Dr Rita.
Dr Rita menuturkan perlu adanya pemantauan jentik secara teratur, hal ini karena jentik cepat sekali berkembang biak terutama selesai hujan, kalau terlambat dipantau bisa menyebabkan demam berdarah, karena itu harus dipantau secara rutin.
Tetap Semangat dan Selalu Tersenyum